Bahu Membahu dengan Semangat Menggelora, Sukseskan Pemindahan Buku ke Gudang PKG Jakarta Utara
Jakarta, 16 Agustus 2025 — Dalam semangat gotong royong yang penuh dedikasi, SMP Negeri 289 Jakarta bersiap menjalankan tugas penting yakni pemindahan buku-buku pembelajaran ke Gudang PKG Jakarta Utara. Kegiatan ini dirancang sebagai bagian dari penataan aset dan efisiensi logistik sekolah, serta untuk mendukung manajemen penyimpanan yang lebih baik di lingkungan Dinas Pendidikan Kota Administrasi Jakarta Utara.
Pemindahan ini dijadwalkan berlangsung mulai tanggal 19 hingga 25 Agustus 2025, dan melibatkan kolaborasi lintas tim: Tim Aset, Tim Caraka, serta Tenaga Kependidikan (Tendik). Dalam rapat koordinasi yang digelar pada 15 Agustus 2025, Kepala SMPN 289 Jakarta, Bapak Sarip Hidayat, S.Pd, memimpin langsung pengarahan teknis dan pembagian tugas untuk menyukseskan kegiatan tersebut.
Koordinasi Menjadi Kunci Sukses
Dalam rapat yang digelar di ruang pertemuan sekolah, Bapak Sarip Hidayat menegaskan pentingnya kerja sama antar unsur di sekolah. Dengan semangat yang tinggi, beliau menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan hanya sekadar pemindahan fisik buku, namun juga wujud tanggung jawab terhadap pengelolaan aset negara secara tertib dan transparan.
“Pemindahan buku ini bukan sekadar angkut-angkut saja. Ini adalah bagian dari proses inventarisasi aset, tanggung jawab kita terhadap negara dan masyarakat sebagai insan pendidikan. Oleh karena itu, saya harap semua unsur terlibat—tim aset, caraka, tendik—bisa bahu membahu, solid, dan penuh semangat dalam menjalankan tugas ini,” ujar Bapak Sarip dengan penuh semangat dalam pembukaan rapat.
Beliau menekankan bahwa keterlibatan semua pihak sangat penting, terutama dalam menyusun sistem kerja yang efisien agar kegiatan dapat berlangsung sesuai jadwal tanpa mengganggu aktivitas belajar mengajar di sekolah.
Jadwal Resmi dan Penugasan Tim
Sesuai agenda yang telah ditetapkan bersama Dinas Pendidikan Jakarta Utara, proses pemindahan akan dilakukan secara bertahap mulai dari tanggal 19 hingga 25 Agustus 2025. Selama periode ini, seluruh buku-buku yang telah diverifikasi sebagai bagian dari aset sekolah akan dikemas, diinventarisasi ulang, dan dipindahkan secara sistematis menuju Gudang PKG (Pusat Kegiatan Guru) Jakarta Utara.
Untuk memastikan proses berjalan lancar, Bapak Sarip juga menyampaikan bahwa telah dibentuk struktur tim kecil yang terdiri dari:
-
Tim Aset: Bertugas mendata, memverifikasi, dan mencatat seluruh buku yang akan dipindahkan.
-
Tim Caraka: Bertugas mengangkut dan menata buku di kendaraan serta membantu penyusunan buku di gudang.
-
Tendik: Mendukung kegiatan administratif dan dokumentasi, serta menjaga kelancaran kegiatan di lingkungan sekolah selama proses pemindahan berlangsung.
Masing-masing tim akan diberikan pembekalan teknis terkait prosedur pengemasan, pencatatan, serta pelabelan buku agar tidak terjadi kekeliruan dalam proses logistik.
Paparan Teknis oleh Narasumber Berpengalaman
Rapat koordinasi juga menghadirkan sejumlah narasumber internal yang memberikan pemahaman teknis dan operasional terkait pemindahan buku.
1. Bapak H. Karsidi: Penataan dan Pengemasan Buku
Dalam sesi pemaparan, Bapak H. Karsidi memaparkan teknik dan strategi pengemasan buku yang aman dan efisien. Beliau menjelaskan pentingnya memisahkan buku berdasarkan kategori, seperti:
-
Buku kurikulum lama dan baru
-
Buku pelajaran per jenjang kelas
-
Buku yang rusak namun masih tercatat sebagai aset
“Kita tidak bisa sembarangan memasukkan buku ke dalam kardus. Semua harus dipilah, dicatat, dan diberi label. Ini penting agar saat sudah sampai di gudang, kita tidak kesulitan mencari atau memverifikasi kembali,” jelas Bapak Karsidi.
Beliau juga menambahkan bahwa buku-buku harus dikemas dalam kardus berkualitas, tidak terlalu berat, dan ditutup rapat untuk menghindari kerusakan akibat debu atau kelembaban.
2. Bapak Rusdiyanto, Kasatpel Pendidikan Kecamatan
Kasatpel Kecamatan, Bapak Rusdiyanto, turut hadir dan memberikan pengarahan mengenai standar operasional prosedur (SOP) yang harus diikuti sekolah dalam kegiatan ini. Ia mengingatkan pentingnya dokumentasi dan pelaporan tertulis sebagai bukti pelaksanaan tugas.
“Semua kegiatan ini harus terdokumentasi dengan baik. Foto, daftar buku, berita acara pengemasan, hingga laporan serah terima dengan pihak gudang. Ini bukan hanya untuk pertanggungjawaban administrasi, tapi juga bagian dari akuntabilitas publik,” ujarnya.
Beliau juga menyampaikan apresiasi atas kesigapan SMPN 289 Jakarta dalam menyambut kegiatan ini dan berharap dapat menjadi contoh bagi sekolah lain di wilayah Jakarta Utara.
Dengar Pendapat: Saling Dukung dan Evaluasi Kesiapan
Setelah paparan dari narasumber, sesi dengar pendapat dibuka untuk seluruh peserta rapat. Para perwakilan guru, staf administrasi, caraka, serta operator sekolah turut menyampaikan pandangan, usulan, dan kendala yang mungkin dihadapi.
Beberapa isu yang mengemuka di antaranya:
-
Keterbatasan tenaga pengangkut saat hari efektif sekolah
-
Perlunya kendaraan tambahan untuk mengangkut kardus dalam jumlah besar
-
Waktu pengemasan yang berdekatan dengan persiapan Gladi Bersih ANBK
Namun semua tantangan tersebut langsung ditanggapi dan dicarikan solusi bersama. Misalnya, disepakati bahwa proses pengemasan bisa dilakukan setelah jam pelajaran selesai, serta mengatur jadwal piket tim yang bergiliran agar tidak mengganggu proses belajar mengajar.
Pengingat Gladi Bersih ANBK: Sama Pentingnya
Di akhir rapat, Bapak Sarip kembali mengingatkan bahwa kegiatan pemindahan buku bukan satu-satunya agenda penting sekolah dalam pekan tersebut. Ia menekankan bahwa Gladi Bersih ANBK (Asesmen Nasional Berbasis Komputer) juga merupakan prioritas utama yang harus dijalankan dengan baik.
“Saya mohon agar tim proktor, teknisi, dan guru pendamping juga terus memantau kesiapan Gladi Bersih ANBK. Jangan sampai karena fokus ke pemindahan buku, kita lengah terhadap ANBK yang tak kalah pentingnya,” ujar beliau.
Beliau meminta tim IT dan guru mata pelajaran untuk tetap menjalankan simulasi, pemeriksaan perangkat, dan memastikan siswa-siswa yang akan mengikuti ANBK dalam kondisi siap secara teknis maupun mental.
Semangat Kolaborasi yang Menyala
Suasana rapat yang penuh antusiasme dan semangat gotong royong ini menjadi cerminan kultur kerja positif di SMPN 289 Jakarta. Tidak ada ego sektoral, semua pihak saling mendukung dan berkomitmen untuk menyukseskan kegiatan pemindahan buku dan ANBK secara bersamaan.
Bagi sekolah, kegiatan ini bukan hanya pekerjaan logistik semata, tapi juga bentuk pembelajaran organisasi dan nilai kerja sama bagi seluruh warga sekolah.
“Ini bagian dari pendidikan karakter juga. Kita belajar bertanggung jawab, bekerja sama, dan menyelesaikan tugas negara dengan penuh integritas,” tutup Bapak Sarip.
Penutup: Menuju Sekolah yang Tertib dan Tangguh
Dengan perencanaan matang, koordinasi lintas tim, serta komitmen bersama yang tinggi, SMPN 289 Jakarta optimis dapat menyukseskan pemindahan buku ke Gudang PKG Jakarta Utara, sekaligus tetap menjaga kualitas pelaksanaan ANBK tahun 2025.
Semangat "bahu membahu dengan semangat menggelora" benar-benar terasa nyata dalam setiap lini kerja di lingkungan sekolah. Semua pihak menunjukkan bahwa ketika kolaborasi dijunjung tinggi, tidak ada tantangan yang tak bisa diselesaikan.
Pemindahan buku ini bukan hanya soal logistik, tapi juga simbol dari sekolah yang bertransformasi menjadi lebih tertib, rapi, dan profesional. Sementara gladi bersih ANBK menjadi bukti kesiapan sekolah menghadapi tantangan pendidikan nasional secara digital.
SMPN 289 Jakarta membuktikan bahwa dengan kerja keras, komunikasi terbuka, dan semangat gotong royong, semua bisa diwujudkan bersama.
SARIP HIDAYAT
(Kepala SMPN 289 Jakarta)
RUSDIYANTO
(Kasatpel SMPN 289 Jakarta)
Tim Dokumentasi




Komentar
Posting Komentar